Tidak semua interior mewah harus dipenuhi dekorasi yang berlebihan.
Beberapa justru mampu menciptakan kesan elegan melalui perpaduan bentuk geometris, material premium, dan detail yang dirancang secara presisi.
Hal tersebut tercermin dalam konsep interior art deco yang hingga kini dapat menjadi pilihan berkat nuansa mewah yang dihairkannya.
Lahir pada era 1920-an, style ini dikenal sebagai simbol kemewahan yang memadukan seni, arsitektur, dan craftsmanship dalam satu kesatuan desain.
Kini, konsep tersebut hadir kembali dalam versi yang lebih sederhana melalui Modern Art Deco, sehingga tampil lebih relevan untuk hunian masa kini tanpa kehilangan karakter glamournya.
Lantas, apa saja elemen yang membuat sebuah interior layak disebut bergaya Art Deco?
1. Geometric Pattern Menjadi Identitas Utama Art Deco
Jika ada satu elemen yang paling mudah dikenali dari style Art Deco, jawabannya adalah geometric pattern.
Motif berbentuk garis tegas, lengkungan simetris, hingga pola zig-zag menjadi ciri khas style Art Deco dari gaya interior lainnya.
Interior designer biasanya menghadirkan pola ini melalui panel dinding, moulding, karpet, hingga detail furnitur.
Menariknya, penggunaan geometric pattern tidak harus selalu berlebihan.
Justru ketika diaplikasikan secara proporsional, pola tersebut mampu menghadirkan karakter ruang yang kuat tanpa membuat interior terasa ramai.
2. Material Premium Menjadi Fondasi Interior

Kemewahan Art Deco tidak hanya berasal dari bentuk desainnya, tetapi juga dari pemilihan material yang digunakan.
Karena itulah, gaya ini identik dengan penggunaan marble interior, kayu solid berkualitas tinggi hingga finishing metal yang mampu memberikan kesan eksklusif sejak dipandang pertama kalinya.
Dalam proyek interior premium, material-material tersebut biasanya dikombinasikan untuk menciptakan kontras yang elegan.
Sebagai contoh, permukaan marmer dapat dipadukan dengan finishing kayu berwarna gelap sehingga ruangan terasa lebih hangat tanpa kehilangan nuansa luxury yang menjadi identitas Art Deco.
3. Brass Accent Memberikan Sentuhan Glamour
Selain material utama, Art Deco juga dikenal melalui penggunaan brass accent sebagai elemen pelengkap.
Material logam berwarna keemasan ini sering ditemukan pada kaki meja, handle kabinet, bingkai decorative mirror, hingga detail lampu.
Penggunaan brass bukan bertujuan membuat ruangan terlihat mencolok, melainkan menghadirkan aksen yang mampu memperkuat kesan elegan.
Ketika dipadukan dengan warna netral maupun marmer, brass mampu menciptakan komposisi visual yang terasa mewah.
4. Furnitur Memiliki Siluet yang Tegas

Berbeda dengan gaya klasik yang penuh ukiran, luxury furniture bergaya Art Deco lebih mengutamakan proporsi yang tegas dan simetris.
Bentuk melengkung tetap digunakan, tetapi dipadukan dengan garis-garis yang rapi sehingga menghasilkan tampilan yang lebih modern.
Material upholstery seperti velvet sofa juga menjadi pilihan populer karena mampu menghadirkan tekstur yang lembut sekaligus memperkuat karakter classic glamour.
Hasilnya, furnitur tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga menjadi statement piece di dalam ruangan.
5. Statement Lighting Menyempurnakan Karakter Art Deco
Tidak lengkap rasanya membahas interior Art Deco tanpa menyinggung statement lighting.
Pasalnya, pencahayaan bukan sekadar berfungsi menerangi ruangan, melainkan menjadi elemen dekoratif yang mampu menarik perhatian sejak pertama kali memasuki ruang.
Karena itulah, interior bergaya Art Deco identik dengan penggunaan chandelier, pendant lamp, maupun wall sconce yang memiliki bentuk geometris atau sentuhan kristal yang elegan.
Kehadirannya membantu membangun focal point sekaligus memperkuat karakter ruang tanpa perlu menambahkan dekorasi secara berlebihan.
Selain desain lampunya, pemilihan warna cahaya juga tidak kalah penting.
Interior designer umumnya menggunakan pencahayaan warm white agar material seperti marmer, brass, maupun upholstery velvet tampil lebih hangat dan memiliki dimensi visual yang kaya.
Kombinasi inilah yang membuat interior Art Deco selalu terasa mewah, nyaman, dan tetap timeless meskipun tren desain terus berkembang.
Mulailah dari Elemen yang Tepat
Membangun interior Art Deco tidak harus dilakukan sekaligus.
Anda bisa memulainya dari satu atau dua elemen utama yang paling mencerminkan karakter gaya ini, seperti velvet sofa, meja marmer, atau chandelier yang mampu menjadi focal point di dalam ruangan.
Pada akhirnya, , menghadirkan style Art Deco bukan berarti memenuhi ruangan dengan ornamen sebanyak mungkin.
Sebaliknya, memilih elemen yang tepat dan menatanya secara proporsional akan menghasilkan interior yang elegan, berkelas, serta mampu bertahan melampaui perubahan tren desain.
Baca juga: 7 Cara Menciptakan Cafe Vibes di Sudut Rumah yang Estetik dan Bikin Betah
